Minggu, 06 April 2014

Kisah-kisah Taubatnya Brandalan

Ø  3 Preman dinasihati arwah ulama

Di daerah Tanjung Priok pada tahun 1996, ada 3 orang preman yang kerjaannya cuma memalak setiap kendaraan truck kontainer yang hendak masuk pelabuhan. Setelah itu mereka akan menggunakan uang hasil palakannya itu untuk mabuk-mabukkan, main perempuan atau berjudi.
Hingga pada suatu hari datanglah seorang pria mengenalkan dirinya bernama Gus Miek. Lantas pria itu berbicara kesana-kemari tentang banyak hal, mulai dari masalah politik, ekonomi hingga menyentuh masalah agama. Begitu lembut dan inteleknya pria itu berbicara, hingga akhirnya ketiga preman ini tertarik dan mulai suka dengannya. Apalagi pria itu orangnya asyik diajak gaul ala preman dan suka traktir makan, minum dan rokok.

Pada saat masuk waktu shalat Dzuhur, lantas Gus Miek mengajak ketiga preman itu untuk ikut shalat. Pada mulanya mereka menolak, tapi Gus Miek merayunya dengan iming-iming barangsiapa yang mau shalat dengannya, maka akan dikasih uang Rp. 50.000. Maka walaupun terpaksa akhirnya ketiga preman ini mau ikut shalat di belakang Gus Miek, tentu saja niatnya demi mendapat uang.

Begitulah setiap waktu shalat, pasti mereka shalat berjamaah bersama teman barunya, Gus Miek. Kejadian ini berlangsung hingga 3 bulan lamanya. Hingga pada akhirnya ada kesadaran tersendiri bagi tiga preman itu untuk shalat, apalagi Gus Miek juga mengajarkan masalah agama yang selama ini belum pernah mereka dengar.

Dan memasuki bulan ke-4, Gus Miek sudah tidak menemui 3 preman tersebut. Tentu saja mereka kalang kabut, karena sudah terbiasa shalat berjamaah bersama Gus Miek. Mulai ada kerinduan dari ketiga preman itu akan sosok pria misterius yang selama ini selalu mengajak mereka kepada kebaikan dan mengajarkan mereka tentang masalah agama.

Rupanya tingkah mereka menarik perhatian Ustadz Suhaimi yang ketika itu baru pulang dari acara Maulid di Masjid Luar Batang. Lalu sang ustadz menghampiri mereka di teras masjid dan menanyakan banyak hal. Kemudian 3 preman itu bercerita tentang perjumpaan mereka dengan seorang pria misterius yang membuat mereka akhirnya mulai mendalami masalah agama








Ø Taubat Akibat Ketulusan Cinta Istri

Kisah Nyata di suatu daerah di Jawa Timur. Ada seorang wanita yang memiliki seorang Suami yang SEMPURNA B*jAtnya. Hobinya mabuk-mabukan, main perempuan, judi bahkan dikenal juga sebagai preman yang disegani disebuah terminal. Tanpa menghiraukan Istri dirumah, jarang pulang dan bahkan tidak menafkahi istrinya. Mereka berdua hidup disebuah rumah kecil, alias Kos-kosan.


Setiap hari sang istri hanya berjualan makanan di depan kosnya yang dia tempati. Setiap pagi dia jualan sampek sore hari. Namun sebelum berjualan, sang istri memasakkan makanan buat suaminya. Sebuah kotak yang berisi makanan dia antar ke terminal dimana sang suami tersebut berada. Tanpa mengeluh, bersedih maupun marah, setiap hari selama bertahun-tahun dia melakukannya dengan Ihklas.

Karena sang Istri men-Cintai sumainya tanpa mengaharap apapun, dia mencintai karena Tuhan. Dan mampu memilah antara seorang mahkluk dengan perbuatannya. Bagaimanapun juga suaminya adalah mahkluk Tuhan dan dengan niatan taat kepada suami. Dengan puasa dan tahajjud sang istri memohonkan ampun kepada Tuhan atas perbuatan suaminya.

Suatu ketika, sang suami masuk penjara karena ulahnya. Namun bagi sang istri taat kepada suami adalah kewajibannya. Tanpa rasa kecewa, marah bahkan tidak ada sama sekali dibenaknya untuk menceraikannya. Setiap hari selalu istiqomah mengantarkan masakan kepenjara. Selama beberapa tahun masa penjara, itulah yang setiap hari dia lakukan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar